Jumat, 20 Juli 2012

ULLEN SENTALU (JAVA MUSEUM), JOGJAKARTA, INDONESIA

MUSEUM ULLEN SENTALU (JAVA MUSEUM), JOGJAKARTA, INDONESIA






MUSEUM ULLEN SENTALU
Museum Ullen Sentalu mulai dirintis pada tahun 1994 dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1997 oleh KGPAA Paku Alam VIII. Museum Ullen Sentalu terletak di kawasan wisata Kaliurang, tepatnya di Kawasan Taman Kaswargan dengan luas 11.990 m2. 


Museum ini berisi visualisasi berbagai warisan intangible dari Dinasti Mataram dengan visi sebagai jendela peradaban seni dan budaya Jawa serta misi mengumpulkan, mengkomunikasikan dan melestarikan warisan seni dan budaya Jawa yang terancam pudar guna menumbuhkan kebanggaan masyarakat pada kekayaan budaya Jawa sebagai jati diri bangsa.

Di dalam museum ini kita tidak dapat mengambil foto, namun di bagian luar, taman dan tempat minum wedang kita bisa puas foto-foto. 




Ruang pertama dari Kampung Kambang adalah Balai Sekar Kedaton yang dipersembahkan untuk GRAj. Koes Sapariyam yang lebih akrab disapa Tineke. Dahulu Tineke sempat memiliki kisah cinta yang tidak direstui dan ruangan ini menjadi saksi bisu betapa kawan-kawan Tineke selalu memberikan dukungan kepadanya melalui surat-surat yang pernah dikirimkan dalam kurun waktu 1939-1947. Seluruh surat itu masih dalam kondisi yang baik sehingga kamu tidak akan menemui kesulitan untuk membacanya selain sudah ada salinan dan terjemahan ke beberapa bahasa. 


Ruang berikutnya bernama Ruang Paes Ageng Yogyakarta, menampung kain batik dengan motif yang cocok untuk acara perkawinan. Beberapa motif adalah Sido Asih, Sido Mukti, Sido Drajat dan motif lain bernama awal “Sido” yang mesti dikenakan pasangan agar hidupnya bahagia. Motif Truntum, Truntum Wirasat dan Wirasat juga terdapat, merupakan motif batik yang mesti dikenakan orang tua pasangan sehingga bisa memberi tuntunan dan nasihat.
Ruang Vorstendlanden Batik atau Ruang Batik Jogja-Solo yang akan ditemui kemudian menampung sejumlah koleksi batik khas Yogyakarta dan Solo. Salah satu motif yang legendaris adalah batik motif bintang yang dibuat oleh seorang permaisuri Kraton Surakarta. Motif tersebut dibuat karena setiap malam sang permaisuri sering melihat bintang kala malam saat kesepian karena raja lebih sering bersama selir. Motif batik bintang ini sanggup membuat sang permaisuri diperhatikan lagi oleh raja.
Di Ruang Batik Pesisiran, atau batik yang berkembang di wilayah pesisir seperti Cirebon dan Indramayu, kamu akan menjumpai beberapa motif batik dan kain kebaya bordir yang unik. Motif batik di ruangan ini umumnya lebih kaya warna namun minim filosofi, berbeda dengan batik Jogja-Solo yang warnanya cenderung monoton namun lebih kaya filosofi. Sementara, kebaya berbordir bisa dikatakan unik karena masih dibuat dengan mesin manual namun kualitasnya tak tertandingi.
Ruang Putri Dambaan yang menjadi penghujung penjelajahan, akan memberikan gambaran pada kamu sosok Putri Nurul Kusumawardani, seorang putri keraton yang hobi berkuda, tenis dan renang. Putri yang sempat dilamar Presiden Soekarno dan Hamengkubuwono IX ini menjadi salah satu wanita yang menonjol di kalangan Kraton, karena pandai menari dan menolak poligami. Salah satu foto menggambarkannya sedang menari di Belanda dengan diiringi gamelan yang dimainkan di Kraton Surakarta dan disiarkan live melalui radio di Belanda.



Lepas berkeliling, kamu akan disuguh dengan Kusmayana Drink, minuman istimewa resep putri Kusmayana yang dipercaya dapat membuat awet muda, terdiri dari jahe, kayu manis, gula jawa, sedikit garam dan daun pandan. Minuman itu bisa dinikmati sambil memasuki art shop yang menjual beragam souvenir serba batik, mulai dari topeng, baju, kaos dan perhiasan batik kayu. Juga bisa berkeliling taman yang berada wilayah sekitar museum.

ALAMAT MUSEUM :

                Jl. Boyong, Taman Wisata Kaliurang
                Telp. (62-0274) 895161, 895131

JAM BUKA MUSEUM :
                Selasa – Minggu
                Jam 09.00 – 16.00 WIB

TIKET MASUK :
               Rp. 25.000 (Wisatawan Nusantara)
               Rp. 25.000 (Pelajar Mancanegara)
               Rp. 50.000 (Wisatawan Mancanegara)


PETUNJUK JALAN :

Dari pusat kota Jogjakarta ke arah utara hingga menjumpai Jalan Ring Road Utara, lalu ambil arah ke Jalan Kaliurang. Perjalanan dengan jarak sekitar 20 kilometer dapat ditempuh dalam 30 menit.

Ring Road Utara
1. Ke arah timur laut menuju Kaliurang (10.8 kilometer lanjut ...)
2. Belok sedikit ke kanan untuk tetap di Jalan Kaliurang ( 120 meter lanjut ... )
3. Belok ke kiri sedikit menuju Jalan Kalasan - Pakem  ( 220 meter lanjut ...)
4. Terus ke Jalan Kaliurang (4,2 kilometer lanjut ...)
5. Belok sedikit ke kiri untuk tetap di Jalan Kaliurang ( 3,3 kilometer lanjut ...)
6. Belok kiri menuju Jalan Boyong (800 meter lanjut ...)
7. Belok kiri ( 68 meter)
Museum Ullen Sentalu 

LOKASI
Lihat peta : http://wikimapia.org/#lat=-7.5987836&lon=110.4243889&z=18&l=0&m=b&search=ULLEN%20SENTALU%20KALIURANG%20JOGJAKARTA




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar